Minggu, 15 Januari 2012

Menghujam Langit

aaaaaarrggghhhh. !
sekali lagi nyaris ku sobek-sobek kepingan langit yang mendung itu.
membuatku benci mengutukki pandangan suramnya.

AKU TAK SUKA!
jangan pandang aku dangan tatap egoMu itu.

tak PERLU!
hanya mengurai tetes kepedihan di pelupuk mata.
kemudian jatuh membasahi pipi yang masih mengharap sedikit senyum sang bibir.

cukup SUDAH!
urat-urat ini tak mampu lagi menahan kejangan disetiap aliran darah yg melewatinya.
bagai banjir bandang di nadiku lalu meledak seketika bagai bom waktu.

AKU MUAK!
lepas semua hujan yg sejak tadi kau tahan!
jadikan badai sore ini sebadai hatiku.
biar angin mengguncangnya dan aku laruT dalam kemirisan desah menghela nafasku.

ah.. sudahlah,
tak ada gunanya memarahi langit yg tak kan bisa mengerti teriakkanku sedari tadi.
bahkan menggapainya pun AKU tak MAMPU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar