membentuk siluet indah dalam gelap pejamku
aku tak ingin bergelut dengan panasnya mentari
yang tak adil menghujam segala tundukku
kemana semua cerita indah yang dulu ku genggam
kini tak tercium sama sekali sedap aromanya
sempat ku putar lagi lensa yang merekam kebahagian kala itu
namun kelembutan tak berpihak kepadaku..
tahukah angin tlah menjauhiku..
meninggalkan sesak dalam keterhimpitan jerit sang surya
enggan nya kembali hanya untuk sekedar mengisi hari
penuh sensasi dalam linangan air mata yg menetes ku diatas puisi..